Senin, 08 Januari 2018

Wabup Edward Antony Resmi Membuka Diklat Metode Menghafal Al-Qur'an

WAY KANAN-LAMPUNG-Al-Quran adalah sumber utama dalam hukum Islam, namun kenapa selama ini 
masyarakat kita terlebih dahulu belajar fiqih dan hadist baru kemudian belajar Al-Quran. 

Hal ini sudah terjadi sejak lama disebagian besar umat Islam khususnya di Indonesia dalam memahami 
Islam. Dimana mereka pertama sekali belajar fikih dulu lantas baru dicari sumbernya dari hadist 
dan terakhir al-Quran dan inipun jika dianggap perlu.

Sudah semestinya sejak usia dini seseorang yang beragama Islam harus berawal dari pemahaman terhadap induk ajarannya terlebih dahulu yang sudah dijamin kebenarannya oleh Allah 
SWT yaitu al-Quran, baru kemudian belajar hadist serta fatwa-fatwa ulama.

Hal ini penting agar 
umat memahami mana yang pokok,sehingga diharapkan umat akan sadar bahwa setiap yang ada di Al-Quran itu pokok juga qath'iy serta
tidak ada perselisihan.

"Dengan pemahaman Al-Quran yang baik diharapkan tidak akan terjadi lagi perselisihan dan permusuhan yang tidak penting di kalangan umat karena pesan al-Quran itu membawa rahmat dan kedamaian."Terang Wakil Bupati Way Kanan Edward Antony saat membacakan pidato tertulis Bupati Raden Adipati Surya dalam acara Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Metode Belajar Mengajar Baca Tulis Serta Menghafal Al-Qur'an,senin,08 Januari 2018 berlangsung di Pondok Pesantren Darul Hikmah Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan.

Pada kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Dandim 0427 Way Kanan,Kepala Dinas Pendidikan,Camat Baradatu serta para peserta diklat.

Edward Antony melanjutkan,Begitu pentingnya belajar dan mengajarkan al-Quran sampai-sampai Nabi Muhammad 
SAW turun langsung dan para sahabatnya tekun belajar juga mengajarkan al-Quran. 
Ayat-ayat Al-Quran turun silih berganti ke bumi ini memakan waktu selama dua puluh dua tahun dua bulan 
dan dua puluh dua hari lamanya.

Hal itu mengingatkan pada hasil penelitian seorang guru besar Harvard University, penelitian di 40 negara untuk mengetahui faktor kemajuan atau kemunduran negara-negara itu. 

Ternyata, salah satu 
faktor utamanya menurut sang Guru Besar ada pada materi bacaan dan sajian yang disuguhkan khususnya kepada generasi muda. 

Ditemukannya bahwa dua puluh tahun menjelang kemajuan 
atau kemunduran negara-negara yang ditelitinya itu, para generasi muda dibekali dengan sajian 
dan bacaan tertentu.

Kalau demikian dampak bacaan terhadap anak-anak kita baru terlihat setelah berlalu dua puluh tahun, sama dengan lama turunnya Al-Quran. Coba perhatikan, upaya menyebarkan 
dan memasyarakatkan Al-Quran di kalangan anak-anak, yang dicanangkan pada era 80-an seperti gerakan TPA (Taman Pendidikan Alquran) dan TKA (Taman Kanak-kanak Alquran) baru 
terasa pengaruhnya di era sekarang.

Sebaliknya jika kita perhatikan perkembangan pornografi yang merebak akhir-akhir ini di Tanah Air melalui media televisi, video, maupun internet, merupakan dampak majalah porno 
atau film-film "panas" pada 20 tahun yang lalu."Ungkap Edward Antony.

Edward juga mengatakan"Kita harus cemas dengan nasib anak-anak kita. Sebab tidak setiap hari kita bisa menemani anak-anak ataupun memilih program televisi, majalah, atau media massa lainnya yang 
sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan psikologis anak-anak kita.

Oleh sebab itu, pemahaman orang tua dan masyarakat dalam membina serta mendidik generasi muda juga perlu ditingkatkan agar kualitas didikannya mampu mengantarkan anak-
anak secara tulus mencintai Al-Quran. Oleh sebab itu untuk menghadapi tantangan 20 tahun ke depan maka tugas kita pada saat ini yaitu memperkenal Al-Quran sejak dini kepada anak-anak kita."Harapnya.

Pemerintah Kabupaten Way Kanan selain telah memiliki agenda-agenda pokok pembangunan, juga sangat menaruh perhatian terhadap pembangunan pada sektor 
keagamaan sebagai upaya pembentukan akhlakul karimah atau akhlak mulia. 

"Saya sangat yakin bahwa sebuah kemajuan jika tidak diimbangi oleh upaya pembentukan karakter manusia yang dilandasi oleh nilai moral dan keagamaan, maka yakinlah kemajuan tersebut tidak akan pernah mampu mencapai derajat kemajuan yang hakiki."Ucap Wakil Bupati Way Kanan itu.

Dalam rangka penciptaan manusia-manusia yang memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, maka pemerintahan Kabupaten Way Kanan memberikan insentif pada guru 
ngaji, melaksanakan MTQ baik itu tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten. Dari sisi pendidikan upaya peningkatan kualitas SDM ini dilakukan dengan terus mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah. Selain itu juga mencanangkan gerakan "Way Kanan 
Mengaji" terutama untuk siswa sekolah menengah. 

"Kami juga memberikan perhatian serius dibidang kehidupan dan pendidikan keagamaan baik melalui mekanisme hibah maupun bantuan sosial. Kami juga melaksanakan Pengajian 
secara bergiliran di 14 kecamatan antara Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan dengan Masyarakat."Jelas Edward.

"Paling tidak melalui kegiatan-kegiatan seperti ini menjadi awal bagi kita untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai Islam dan mencintai Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat kita."Tambahnya./14N

Related Posts

Wabup Edward Antony Resmi Membuka Diklat Metode Menghafal Al-Qur'an
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.