Selasa, 15 Januari 2019

PEMBANGUNAN JALAN RAMBAT BETON DESA SIMPANG CAMPANG KAB OKU SELATAN BELUM DI LEWATI SUDAH HANCUR

detikberita.info-OKU Selatan


Pembangunan jalan rambah beton  di desa simpang campang kecamata kisam ilir kab oku selatan ,pekerjaan nya asal jadi,  jalan yg baru di bangun belum di lewati warga  sudah  pada  hancur  dan retak retak dan kelihatan tanahnya, (14/1/2019).


Lebih lanjut saya mencoba memperdalam permasalahan yang ada dengan cara mempertanyakan serta berkunjung Langsung menemui  kades  di rumahnya, Namun  selalu  tidak ada di tempat  dan pada esok  harinya  saya  ketemu  kades tersebut  di  pemda oku selatan  hadir  mengikuti acarah,  setelah itu saya ketemu dengan kades simpang campang  buyung,  saya  lalu kompermasi  masalah pekerjaan  desa nya yg sudah hancur dan retak retak,  sang kades  menyodorkan  uang  dua  ratus ribu kepada  saya di depan   ke dua temanya kades, juga,  saya  menolaknya  karna saya  hanya ingin  kompermasi masalah jalanya tersebut, pak kades  tidak  menanggapinya  dan Langsung pergi.


Pada kesokan  hari nya saya  menghubungi melalui tlpon  kades itu  mengangkat nya serta berbicara.  pak kades  saya  mau  kampermosi  masala jalan rambat beton yg di dekat pabrik  itu  ,pak kades tersebut mengancam Saya, kamu jangan  macam macam, jangan Cari masalah nanti  kamu bahaya ujar kades tersebut saat di kompermasi lewat telpon. pak kades pun tidak dapat menjelaskan  tentang pekerjaanya yang Rusak parah itu.(zapar)

Minggu, 06 Januari 2019

SILATURAHMI SEKALIGUS ACARA LAMARAN KELUARGA ABU YAZID BASTOMI

detikberita.info-Tanggerang


Silaturahmi keluarga & Ta'aruf Pra-Pernikahan

Adit Sindu Gumilang Bin Koesnoto & Rakhmadiana Bustomi Binti Abu Yazid Bustomi


Suasana bahagia terlihat sangat jelas dari kedua keluarga, baik keluarga besar pak Koesanto maupun pak Abu Yazid Bustomi. Tak terkecuali bagi kedua pasang insan yang baru saja menjalani prosesi temu keluarga atau yang lebih dikenal dengan istilah Ta'aruf (perkenalan) atau juga proses lamaran. (6/1/2019).


Momen bahagia itupun bertambah hikmat dan meriah dengan hadirnya pihak keluarga pak Koesanto yang turut meramaikan acara sakral tersebut. "Alhamdulillah, acara begitu meriah dan terasa begitu bahagia. Ramai, sampai hampir ada yang tak kebagian tempat duduk.." Jelas pak Fakhrul, salah seorang perwakilan keluarga mempelai wanita sembari tersenyum bahagia.


Meski dengan konsep dan busana yang terbilang sederhana, namun terlihat sama sekali tidak mengurangi rasa kebahagiaan antar kedua belah pihak. Sesekali terlihat Adit Sindu Gumilang Bin Koesanto dan Rakhmadiana Bustomi Binti Abu Yazid Bustomi beradu pandang, seakan keduanya tak sabar untuk segera melewati prosesi yang berjalan hingga nanti akhirnya Ijab Qobul dan naik ke pelaminan. Amiin Yaa Rabbal 'Alamiin.


Hingga akhirnya acarapun berakhir dan ditutup dengan do'a dan santap makan siang bersama hingga ke tahap sesi fhoto bareng kedua keluarga. "Hari ini begitu sempurna.." Ujar Agung mengahiri bincang bincang nya.  (Leo.S)

Rabu, 02 Januari 2019

PBB Lampung Utara Serahkan LPSDK

detikberita.info-Kotabumi


Lampura– Partai Bulan Bintang (PBB) menyerahkan Laporan Penerimaan Dana Sumbangan Kampanye (LPSDK) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU),- (2/1/2019).

"Alhamdulillah LPSDK dari seluruh Caleg Partai Bulan Bintang Kabupaten Lampung Utara telah diserahkan, tepat pukul 17:48 WIB," ucap Ketua KAPPU PBB Lampura Aang Kunaifi,SE.

Ditambahkannya," Hingga dengan bulan januari ini, seluruh Caleg PBB masih konsisten berjuang untuk merebut kursi disemua dapil dan insyaAllah kami siap mencapai target satu fraksi,"pungkasnya(14N)


Kamis, 27 Desember 2018

RELAWAN SCOPI DAN BALITBANGDA PROVINSI LAMPUNG PEDULI PENGUNGSI GEMPA TSUNAMI

detikberita.info-Bandar Lampung


Relawan Master Trainer SCOPI bekerjasama dengan Balitbangda Provinsi Lampung "Peduli Pengungsi Gempa Tsunami, Kompleks Perkantoran Gubernur Lampung, Teluk Betung."(23/12/2018)


Tim Relawan mewakili MT Kopi Robusta Lampung Henita Astuti dan Mericko Erwinda dibantu oleh pengusaha peralatan kopi Bang Indra dan Ratna Kesuma buka lapak malam ini "seduh kopi manual brewing & tubruk" gratis dalam rangka ikut prihatin atas musibah yang menimpa para pengungsi dan menyajikan kopi Spesialty - Fine Robusta Lampung dengan berbagai olah proses Natural, Fullwash, dan Wine membantu menghangatkan tubuh para pengungsi.


Alhamdulillah respon para pengungsi sangat antusias, dibuktikan panjangnya antrian dan penjelasan Tim Panitia Barak Pengungsi - Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung bahwa anak-anak pun sudah tercatat sebagai peminum kopi ujar nya. (M.S)

OKNUM KEPALA SEKOLAH SDN SUKA MULYA DAN SDN GUNUNG KATUN DI DUGA KORUPSI

detikberita.info-Kotabumi


Terkait pembritaan di edisi 17 / 12 /  2018 yang lalu tentang rehap SDN Suka Mulya dan SDN Gunung Katun di Kecamatan Tanjung Raja  Lampung Utrara  ,


Perkerjaan pisik tidak mengacu kepada RAB  pengunaan besi ,  kayu  , triplek dan pengecatan  hasil penulusuran  tim investigasi salah satu Lembaga sosial  Lampung Utara .(27/12/2018)


Bambang Irawan angkat bicara, saya sagat mendukung kinerja lembaga kontrol  sesuai dengan tugas dan pungsinya , hal ini tentunya bisa segera di respon pihak terkait agar supaya pengunaan dana tersebut bisa tepat sasaran dan tidak di salah gunakan  .


Bambang meminta  inspektorat agar bisa menindak lanjuti hal ini kalau benar, permasalahan ini sudah masuk Ranah pelangaran hukum tindak pidana korupsi , penyalah gunaan wewenang yang ber akibat kerugian Negara. Hal ini bisa segera di teruskan ke aparat penegak hukum  .


Kita percaya pihak terkait segera menindak lanjuti. Hal ini bertujuwan untuk kemajuan Lampung Utara , kita tungu aja , ya kalian  awak media ikuti terus perkembangannya  , ujar Bung Bambang, Selaku Aktipis Lampung Utara mengingatkan ke awak media . (Alfian)

Minggu, 16 Desember 2018

PEKERJAAN SDN SUKA MULYA DAN SDN GUNUNG KATUN DI DUGA BANYAK PENYIMPANGAN

detikberita.info - Kotabumi


Rehap SDN  Suka Mulya dan  SDN GUNUNG KATUN Kecamatan Tanjung Raja kabupaten Lampung Utara propinsi Lampung . Mengunakan Dana APBN  (Blok gren ) kuat di duga bermuatan  (KKN )Korupsi . Kolusi dan Nepotisme (17/12/2018)


 Dua sekolah ini di borong  oleh orang yang sama beinisial AL kata Seorang tukang yang berkerja  di sekolah tersebut kami ngak tau pak kami hanya tukang  apa yang di perintah kan kami kerjakan nama nya upahan cari makan  ujar pekerja tersebut  kepada awak media ketika di kompir masi .


Menurut ketua LSM forkorindo Jainal Abidin besi yang di untuk cor memakai besi 8  " banci" itu pun hanya memakai 3 batang  . Biasa nya kan ngecor pakai 4 batang , belum adukan semen ter indikasi 9 ember pasir 1 ember semen , kayu yang di guna kan pun tidak sesui dengan RAB  asal jadi , ngak sesui dengan jumlah Dana nya Dua sekolah tersebut hampir 1 Milyar , SDN GUNUNG KATUN  Rp . 5O0 OOO OOO Juta , sedang kan  SDN SUKA MULY A  Rp 480 , 000 000 Juta , banyak lebih nya itu , ujar JAINAL dengan nada tingi .


Menurut Ketua LBH Pembangunan Lampung  AMINUDIN  SH yang di temui kantor nya Jln Pahlawan, Beliau Mengatakan bahwah kegiatan SUAKELOLA haruslah di kerjakan  oleh pihak Sekolah gak boleh di kerja kan oleh pihak Rekanan (CV) , ini Menyalahi aturan. 


Pekerjaan Suakelola tersebut di kerjakan pihak Sekolah dan ada juga Tim pelaksana serta melibatkan masarakat setempat agar bisa menjaga kualitas bangunan karena yang akan mengunaka adalah anak - anak mereka  ujar Bang AMIN  Sapaan Akrap nya.


kalau pelaksanaan Bangunan  Sekolah Tersebut tidak mengacu kepada  RAB,  Ya Loporkan Saja kepada  penyidik Negara, kalau ada penyimpangan agar di tindak Secara Hukum Supaya bisa memberi kan epek jera kepada pelaksana nya Sekaligus menjadi Contoh kepada Sekolah Sekolah yang mendapatkan proyek Blok Gren .


Saya atas nana pratisi Hukum meminta kepada Aparat penegak Humkum  khususus nya kepada pihak  POLRES  dan Atau pihak KEJAKSAAN Lampung Utara untuk dapat menindak tegas penyimpangan penyimpangan yang ada di Setiap  Sekolah yang Mendapatkan proyek Blok Gren,  


Seperti Contoh dua oknum Kepsek tersebut,  kalau memang terbukti  ada penyipangan atau terindikasi korupsi Seperti dalam UU korupsi No 31 Th 1999 yang Telah di Ubah dalam UU Ri No.20 Th 2001 Tentang korupsi, Maka Tangkap dan Masukan  kepenjara Supaya menjadi pembelajaran bagi Sekolah Sekolah lain nya yang Mendapatkan proyek Blok Gren, karna korupsi dapat menghancurkan Negara yang sekaligus musuh Negara dan Musuh kita Semua ujar nya  tegas.(Alpian)

Rabu, 12 Desember 2018

PENYALURAN DD DESA LEPANG BESAR DIDUGA SYARAT KORUPSI

detikberita.info - Kotabumi


Lampung Utara,-Penyaluran dana desa DD tahun 2018 di desa Lepang besar,Kecamatan abung barat,lampung utara (lampura) diduga Tidak transparan serta pekerkerjaan dilakukan tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang ada.


Pemerintah pusat telah mengucurkan dana desa ratusan juta hinga sampai miliaran rupiah guna meningkatan pembangunan inspratruktur serta sumber daya manusia (SDM), Namun berbeda dengan desa lepang besar, kecamatan abung barat, dimana pembangunan dikerjakan asal-asalan guna mencari keuntungan yang lebih besar serta dalam pengelolah dana anggaran tidak transparan dan tidak melibatkan masyarakat setempat.(10/12/2018)


Pasalnya, beberapa pembangunan didesa tersebut dikerjakan oleh orang luar desa,bukan masyarakat desa seperti diantaranya, pembangunan sumur bor didusu 1 dan pembangunan gedung Bumdes dusun 2 itu semua dikerjakan oleh orang luar desa.


Menurut Febri selaku ketua lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) dimana pekerjaan tahun 2018 Ini banyak menuai teka-teki pertanyaan baik pekerjaan maupun dana anggarannya, dikarnakan pemerintah desa tidak transparan dalam mengelolah anggaran,sejak darinya pengajuan,lalu perencanaan sampai dengan pembangunan dirinya tidak pernah diajak musyawarah desa (Musdes) selain itu juga dirinya tidak diberita tahu apa saja yang akan dibangun didesa setempat.


Disamping itu Febri mengatakan, terkait Dana desa tahun ini saya selaku ketua LPM tidak tau sama sekali,dikarnakan tidak pernah diajak baik dari musyawarah sampai dengan perencanaannya,"Ujarnya.


"setau saya yang mengelolah dana desa itu keluarga kades semua,baik dari berdahara sampai dengan TPKnya,"Ungkap Febri pada saat diwawancarai dikediamannya.


Selain itu, Terkait dengan pembangunan sumur bor diduga dikerjakan asal-asalan oleh pihak desa lepang besar baik dari pengadaan bahan matreal serta pembangunannya seperti pembanguanan sumur bor yang di dusun 5.


"bangunan sumur bor itu diduga tidak di aci lagi oleh pihak pekerja sehinga kelihatan benjolan dan Bolong-Bolong,serta salah satu bangunan sumur bor diduga tidak sesuai adukan semen sehinga tembok diding sumur bor menimbulkan kebocoran/berembes," ungkapnya.


Febri juga menambahkan, terkait dirinya menjadi ketua LPM, dirinya merasa hanya sebagai melengkapi persyaratan struktur desa aja,dikarnakan dirinya tidak memegang cap LPM. Katanya.


tentu nya ketua LPM tersebut mengkritik sistem kerja yang di terapkan kepala desa   dalam penyaluran Dana desa tersebut terindikasi menuai sarat KKN,maka beliau mengharapkan kedepan nya bagaimana Struktur pengelolaan dana tersebut harus transpran terhadap masyrakat dan tidak melakukan aksi kekeluargaan dalam pengolahan Dana desa,tambahnya,(RUT).

Kamis, 25 Oktober 2018

Pem Kab Lampung Utara kembali Menerima penghargaan Opini WTP dari Menkeu RI yang di terima Langsung Oleh Bupati Lampura H.Agung Ilmu Mangkunegara, S.STP, MH

detikberita.info-Kotabumi


Lampung Utara - detik berita.info.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) kembali menerima penghargaan atas keberhasilannya Menyusun dan Menyajikan Laporan Keuangan Tahun 2017 dengan Capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diterima secara langsung oleh Bupati Lampura, H. Agung Ilmu Mangkunegara, S.STP, MH, di Ruang Serbaguna Semergo, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, Rabu (24/10/2018).


Pemberian penghargaan opini WTP yang ke tiga kali ini dari Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia (RI), Sri Mulyani Indrawati melalui Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, secara prosesi diserahkan Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, H. Bachtiar Basri, SH, MM, didampingi Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, Alfikar Siringu Ringu kepada Bupati Lampura, dimana pada masa kepemimpinannya Lampura mendapatkan WTP 4 kali secara berturut-turut berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI.


Menurut Bupati Lampura, dengan diraihnya kembali hasil penilaian tersebut maka penyusunan laporan keuangan Lampung Utara telah memenuhi kaidah sesuai standar akuntansi ditetapkan pemerintah.


“Alhamdulilah, laporan keuangan daerah kita dinilai telah memenuhi prinsip akuntabel dan transparan dan ini merupakan komitmen, kerja sama seluruh unsur pemerintahan, mulai dari OPD, DPRD serta semua pihak terkait lainnya,” ungkap Bupati Lampura.


Senada juga disampaikan Wagub Lampung, bahwa memperoleh opini WTP artinya melaksanakan tata kelola keuangan sesuai ketentuan dan selanjutnya, yang harus dicapai adalah mempertahankan WTP dengan peningkatan kualitas pengelolaan keuangan yakni penyediaan infrastruktur, peningkatan kompetensi SDM dan melakukan sinergi yang baik dengan instansi lain seperti BPKP.


Sementara di tempat terpisah dilansir dari media online di Jakarta, bahwa Menkeu RI, Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi kepada lembaga dan pemerintah daerah yang berhasil memperoleh opini WTP dalam laporan keuangannya. Dirinya juga berharap lembaga maupun pemerintah daerah dapat berupaya semaksimal mungkin agar praktik korupsi tidak terjadi.


“Walau sudah mencapai WTP, saya tetap berharap kita semua menunjukan komitmen pengelolaan uang negara yang akuntabel dan transparan. Kedua hal itu bukan dilihat dari proses dalam menaati peraturan namun tujuan guna mencapai kesejahteraan untuk masyarakat,” ujarnya. (ADV/alpian)