Rabu, 10 Mei 2017

Ironis, Di Lampura Ada Janda Tua Miskin Luput Dari Bantuan Pemerintah

detikberita.info - Lampung Utara.
Sungguh ironis nasib Aminah (61) sala seorang warga RT 05 LK 03 kelurahan Kota Alam Kabupaten Lampung Utara (Lampura), dimana banyaknya bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, namun ia tak pernah menyicipi bantuan tersebut hingga usainya menjelang senja.

Wanita tua sehari-hari berprofesi sebagai tukang urut, selama ini hanya tinggal berdua bersama putranya, dengan penghasilan yang tidak menentu dan kehidupan dibawah kemiskinan, dirinya sangat mengharapkan bantuan pemerintah setempat.

Kepada awak media (9/5), janda tua yang mendiami gubuk reot tersebut menceritakan kegetiran hidupnya tinggal diBumi ragem tunas Lampung. " Saya tinggal disini cukup lama dari tahun 80-an, saya hidup bersama dua anak saya, tetapi yang satunya jarang pulang, kalau kondisi rumah ya begini reot, mau bagusin ngak ada uang, ya.. Syukur-syukur bisa untuk makan sehari-hari". Keluh Aminah dengan mata berkaca-kaca.

Dalam mencari nafkah, keseharian Aminah hanya menunggu panggilan jika ada orang lain yang ingin di urut atau dipijat, itupun terkadang beberapa hari tidak ada orang yang memakai jasanya, padahal Aminah merupakan tulang punggung utama dalam keluarganya.

Sementara, anaknya Mulyadi (33) bekerja sebagai tukang pungut sampah keliling yang penghasilannya pun tidak pasti. "Anak saya bekerja sebagai tukang sampah dengan imbalan Rp.10 ribu rupiah/bulan untuk setiap rumah tangga yang memakai jasanya, terkadang anak saya terjatuh dijalan saat menarik gerobak sampah karena ia mengidap penyakit ayan". Ungkap Aminah sembari menghela nafas.

Namun demikian, lanjut Aminah, dirinya juga mendapat jatah beras miskin (raskin) yang saat ini berubah istilah menjadi beras sejahtera (Rastra) dengan menebus Rp. 52 ribu perempat bulannya, sedangkan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dirinya baru merasakan sekali, itupun ketika suaminya masih hidup. "Dari dulu sampai saat ini, saya belum pernah didata apalagi untuk bantuan bedah rumah, saya sangat menginginkan bantuan dari pemerintah". Harap Janda tua yang telah ditinggal suaminya menghadap sang pencipta puluhan tahun silam.

Dalam pantauan, kondisi gubuk Aminah yang persis terletak di pinggir kali itu kondisinya memang memprihatinkan terlebih lagi kamar tempat mereka tidur yang menyatu dengan sumur dan ketika hujan, air akan menggenangi rumah mereka. (fis/ril)

Related Posts

Ironis, Di Lampura Ada Janda Tua Miskin Luput Dari Bantuan Pemerintah
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.