Kamis, 25 Januari 2024

Kejaksaan Negeri Bandar Lampung Menyetorkan Uang Pengganti Kerugian Negara Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Tahun Anggaran 2018-2019

LampungKejaksaan negeri Bandar Lampung menyetorkan yang titipan yang diperhitungkan sebagai bagian dari pembayaran uang pengganti kerugian negara dalam perkara tindak pidana korupsi jalan Ir.Sutami tahun anggaran 2018 - 2019 pada Rabu (25/01/2024).


Uang yang disetorkan tersebut sejumlah Rp 10 milyar dari terpidana An. Hengki Widodo alias Engsit sebagai pelaksanaan putusan pengadilan Tipikor pada pengadilan negeri Tanjung karang nomor: 7/pid.sus-TPK/PN.TJK/2023.


Uang titipan disetorkan kasi pidsus Kejari Bandarlampung Hasan Asy'ari SH, MH, didampingi Kasubsi penuntutan dan Uheksi melalui bendahara penerima Kejari Bandarlampung ke kas negara melalui PNBP (penerima Negara Bukan Pajak).


Berita sebelumnya, Dianggap sebagai aktor intelektual, Hengki Widodo alias Engsit divonis penjara selama 7 tahun dan 6 bulan di perkara korupsi jalan Ir Sutami. Ia juga dikenakan pidana denda Rp300 juta, dan Uang Pengganti Rp11 miliar lebih.


Putusan itu dibacakan pada gelaran sidang lanjutannya, yang dilaksanakan pada Jumat sore 9 Juni 2023, di PN Tipikor Tanjungkarang. Dengan turut pula diadili tiga Terdakwa lainnya, yaitu Bambang Wahyu Utomo, Sahroni dan Rukun Sitepu.


Empat Terdakwa tersebut, dinyatakan telah terbukti bersalah bekerjasama melakukan korupsi pada kegiatan proyek preservasi rekonstruksi Jalan Ir Sutami – Simpang Sribhawono, Tahun Anggaran 2018-2019.


Dengan memenuhi unsur perbuatan yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara, atau perekonomian negara.


Sesuai dengan dakwaan primer Jaksa, yaitu melanggar Pasal 2 Ayat (1), Juncto Pasal 18 Ayat (1), Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999. Juncto UU RI Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan Tipikor, Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke -1 KUHP.


“Mengadili. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Hengki Widodo alias Engsit oleh karena itu dengan hukuman penjara selama tujuh tahun dan enam bulan, denda Rp300 juta subsidair tiga bulan kurungan,” ucap Ketua Majelis Lingga Setiawan dalam putusannya, pada perkara Engsit selaku Komisaris PT URM.


“Menjatuhkan pidana tambahan berupa kewajiban membayar Uang Pengganti kerugian negara, sebesar Rp11.612.765.628,83 (Sebelas Miliar Enam Ratus Dua Belas Juta Tujuh Ratus Enam Puluh Lima Ribu Enam Ratus Dua Puluh Delapan Koma Delapan Puluh Tiga Rupiah), subsidair empat tahun penjara,” lanjut Hakim dalam putusan hukuman itu (*).

Kejaksaan Negeri Bandar Lampung Menyetorkan Uang Pengganti Kerugian Negara Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Tahun Anggaran 2018-2019
4/ 5
Oleh