Jumat, 21 September 2018

SINERGI Antara Unsur A,B,G,C & M Dalam Membangun Pariwisata Tematik Kopi di Kab Lampura

detikberita.info - Kotabumi


Bersinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, KPH Tangkit Tebak, Pemkab Lampura dan LSM SCOPI  mengunjungi Desa Suka Mulya Kecamatan Tanjung Raja dan Desa Tanjung Baru Kecamatan Bukit Kemuning Kabupaten Lampura. Kamis (20/9/2018).


Adapun tim Provinsi Lampung dan Pemkab Lampura yang turun meninjau ke wilayah Desa tersebut terdiri dari, Henita Astuti, SP. MP selaku Fungsional Peneliti Ahli Muda di Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Lampung, sekaligus menjabat Master Trainer dan Cupper Kopi Robusta di LSM SCOPI, Ketua LSM Asosiasi Teknopreneur Indonesia Provinsi Lampung, Sekretaris Himpunan Peneliti Indonesia Cabang Provinsi Lampung dan Wakil Pimpinan Redaksi Media Online detikberita.info.com.


Kepala Bidang Ekonomi BAPPEDA Lampura : Anom Sauni,  SH. MM, Kepala Bidang Perkebunan : Murdoko, SE, Kepala KPH Way Waya Tangkit Tebak : Luluk Setyoko, S. Hut. M. Eng, Kasi Bina Usaha Perkebunan : Darwis Setiabudi, SE. MM, Kasi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan : Pahmi, SP. M.MP, Kasubid Transmigrasi, Tenaga Kerja dan SDM : Shinta Fitria, SE, Kasubid Pertanian : Nur Aziza, STP, MIP, Kasubid Penanaman Modal dan Dunia Usaha : Farouk Wilako Abung, SH, Koord Penyuluh Kehutanan :  Raty Yuniart, S.Hut, Adi Sunyono, SP (JFU), Suharnoto (JFU), Sudarsono(JFU).


Dalam pertemuan bersama masyarakat Desa Suka Mulya Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampura yang dihadiri oleh Camat Tanjung Raja, Heriyanto didampingi Kades,Yayat dan Kepala Bidang Ekonomi BAPPEDA Lampura, Anom Sauni menjelaskan bahwa kedatangan dirinya bersama tim dari Provinsi Lampung dan LSM SCOPI menunjukan keseriusan antara Pemkab Lampura dan seluruh stakeholders dalam menggali potensi yang ada di Kabupaten Lampura.


"Kehadiran kami disini melihat secara langsung potensi yang terpendam seperti situs Boros Kodok, curup Sukemi dan curup Mandi Angin di Desa Suka Mulya, untuk selanjutnya akan kita kembangkan dengan harapan ada penghasilan tambahan bagi masyarakat sekitar," terang Anom.


Menurut, Anom Sauni di Lampung Utara banyak terdapat Curup atau air terjun namun dalam hal ini pihaknya akan mencoba memadukan antara pertanian, perkebunan, peternakan dengan pariwisata yang ada di Desa.


"Insyaallah, hasil kami dari lapangan ini nanti akan kita bicarakan ditingkat Kabupaten dan Provinsi selanjutnya apa yang harus kita lakukan di daerah potensi seperti akses jalan, bila jalan tersebut kewenangan Provinsi atau Kabupaten lalu akan kita padukan dengan Desa sehingga kita punya peran untuk mengembangkan daerah di Desa," katanya.


Sementara, Koordinator Master Trainer Kopi Robusta Lampung, mewakili SCOPI (LSM Forum Kopi Internasional untuk Indonesia), Henita Astuti SP. MP kepada masyarakat, gapoktan dan poktan setempat mengatakan tujuan pihaknya hadir di Desa tersebut sesuai dengan program SCOPI tahun 2018-2020 yaitu meningkatkan jumlah petani kopi terlatih penerap GAP dan GHP, menciptakan Kader Master Trainer Desa, demi dapat mengakses pasar kopi di Tingkat Nasional maupun International.


"Kehadiran kami disini dalam rangka mendukung rencana program strategis Provinsi Lampung dimulai tahun 2018 hingga kedepan, dan kami sepakat untuk sinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten Sentra Kopi pada kegiatan pengembangan model kawasan agroforestry hutan kemasyarakatan berbasis kopi dan lada, jadi teorinya hutan terintegrasi dari seluruh sektor seperti pertanian, tanaman pangan holtikultura, perkebunan, peternakan juga dari lintas sektor terkait," tutur wanita berhijab tersebut.


Menyoroti hasil budidaya kopi di Desa Suka Mulya Kecamatan Tanjung Raja dan Desa Tanjung Baru Kecamatan Bukit Kemuning, wanita Master Trainer dan Cupper Kopi Robusta menjelaskan tentang cara panen yang baik dan strategi pengendalian hama  penyakit pada tanaman kopi dan lada. 


"Ya, seperti kopi olahan yang diproduksi oleh Gapoktan HKm Karya Baru yang masih perlu dukungan program perbaikan mutu melalui penerapan GAP dan GHP untuk menghasilkan kualitas petik merah, melalui kegiatan peningkatan kelembagaan petani, penanganan hama penyakit terpadu, pengolahan pupuk kandang, pembuatan rorak, teknik proses pascapanen yang baik (alat pulper dan pengeringan yang memadai), ijin P-IRT dari Dinas Kesehatan, Halal dari MUI, bantuan alat packaging kopi yang memadai dari Kementerian Pertanian dan Perindustrian, serta jaminan harga yang diatur oleh Dinas Perdagangan mendukung program pariwisata tematik kopi," ucapnya.


Lain halnya, dengan Gapoktan HKm Sido Taba Lestari di dusun Bedeng I Desa Tanjung Baru Kecamatan Bukit Kemuning, dengan luas  lahan hutan garapan sekitar 1.903 hektar yang diusahakan oleh 14 kelompok tani dengan metode MPTS (multy purpose trees species) bercampur tanaman kopi, lada, aren, pinang dan durian.


Zulkifli, Bendahara Gapoktan HKm yang menerima kedatangan Tim dan menjadi salah satu pengantar Tim ke lokasi wisata Curup Ekor Kuda, menyampaikan beberapa keluhan yang dihadapi petani meliputi produksi kopi yang rendah akibat kurangnya asupan pupuk, modal terbatas, serangan hama penyakit dan penggunaan alat mesin teknologi belum memadai.


Diakhir perjalanan, tindak lanjut berupa harapan besar kepada seluruh stakeholders demi terciptanya sinergi dan kerjasama yang baik mendukung keberperanan antar unsur antara Peneliti/Akademisi (A), Pengusaha sebagai Industri Pengolah/Eksportir Komoditi (B) Pemerintah (G),  Masyarakat/Petani dan Lembaga Swadaya Mastarakat (C) dan Media yang berfungsi mempublikasikan agenda kegiatan mulai dari inisiasi perencanaan, pelaksanaan sampai pengawasan (M) seyogyanya mulai diberlakukan sejak saat ini, agar tujuan akhir membangun pariwisata tematik kopi dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga mengurangi tingkat kemiskinan serta dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kabupaten Lampung Utara.* (Alpian)

Related Posts

SINERGI Antara Unsur A,B,G,C & M Dalam Membangun Pariwisata Tematik Kopi di Kab Lampura
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.