Kamis, 02 Agustus 2018

Kondisi Petani Lada Hitam Lampung Utara (Sejak dulu hingga kini)

detikberita.info - Bandar Lampung



Henita Astuti, S.P. M. P. 

Fungsional Peneliti Balitbangda Provinsi Lampung.

Kamis,  (2/8/ 2018)


detikberita.info. 

Lampung Utara- merupakan sentra pertanian diantaranya komoditi unggulan Ubi Kayu, Lada Hitam dan Kopi Robusta.


Seperti umumnya daerah sentra pengembangan komoditi lada hitam di Kabupaten Lampung Utara,  ikut menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Jatuhnya harga lada hitam dan tingginya tingkat serangan hama penyakit yang belum optimal dikendalikan, menyebabkan masyarakat banyak beralih pengusahaan ke komoditi lainnya. 


Lampung Black Pepper (lada hitam lampung) sebagai bahan rempah, dimana Kabupaten Lampung Utara menjadi salah satu pemasok ekspor ke manca negara, terutama di negara Eropa dan Amerika. Kondisi saat ini,  lada hitam Lampung semakin meredup, bahkan jika dibiarkan tanpa kepedulian dapat dipastikan komoditas ini perlahan-lahan akan punah dan hanya tinggal kenangan. Abad 15-20 merupakan masa kejayaan Lada hitam sebagai bahan rempah Indonesia.  Memasuki abad 21, produksi dan ekspor rempah Indonesia tidak lagi menguasai pasar dunia, posisi Indonesia semakin terancam oleh negara produsen baru seperti India, Sri Lanka, Madagaskar,  dan Canada (Kementerian Pertanian RI, 2014 dalam Wicaksono, 2018)


Lada hitam banyak memiliki manfaat karena mengandung minyak essensial yang dapat menghasilkan aroma lada, bahan antioksidan, vitamin A dan C,  flavonoid dan karoten sehingga mampu menghilangkan radikal bebas berbahaya dan pencegah kanker. Selain itu, Lada hitam dapat diolah menjadi bahan bumbu kuliner (saus lada hitam)


Perkembangan luas areal   dan produksi lada hitam di Provinsi Lampung berdasarkan lahan pengusahaan perkebunan rakyat 44.794 hektar dengan jumlah  produksi 14.830 ton dengan produktifitas 837 ton per hektar (Sumber Data Statistik Lada Dirjenbun Kementan 2015-2017)


Berdasarkan (data Statistik Lampung Utara Dalam Angka, 2017) Kabupaten Lampung Utara, memiliki luas areal 7.371 hektar dengan jumlah produksi 3.675 ton, tertinggi diantara 4 Kabupaten lainnya.


Harapan petani kedepan, dukungan pemerintah diperlukan untuk dapat mengoptimalkan peningkatan produksi lada hitam dengan pengelolaan teknologi budidaya lada yang baik (pengendalian hama penyakit tanaman lada) ,  perbaikan dan penanganan teknologi pascapanen, inovasi SDM dan kelembagaan, serta jaminan harga yang dapat memberikan posisi tawar bagi petani.


Keterpaduan dan kepedulian stakeholders membentuk komitmen bersama diharapkan dapat melakukan kegiatan yang sinergi dengan rencana pengembangan komoditi lada hitam di kawasan lokasi Agroforestry Hutan Kemasyarakatan Sebagai destinasi wisata, dengan pusat Sentra di Kecamatan Abung Tinggi, Tanjung Raja dan Bukit Kemuning.


Keberperanan pihak regulasi,  mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Lampung Utara bersama stakeholders terkait yang serius dan bersinergi membuka peluang mengembalikan kejayaan lada hitam Lampung yang pada akhirnya dapat mengembalikan kepercayaan petani Lada,  demi harapan menuju kesejahteraan.(Alfian)

Related Posts

Kondisi Petani Lada Hitam Lampung Utara (Sejak dulu hingga kini)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.