Rabu, 29 Agustus 2018

10 ORANG MASTER TRAINER KOPI INDONESIA MENERIMA BEASISWA CUPPING CLASS, 27-28 AGUSTUS 2018 DI JAKARTA

detikberita.info - Jakarta


ditulis HENITA ASTUTI 

(Master Trainer Kopi Robusta LAMPUNG) 


Jakarta - Dalam rangka memberikan penghargaan beasiswa  pendidikan kopi Indonesia (Indonesia Coffee Academy)  kepada 10 orang Master Trainer Terbaik dalam Acara Pemilihan Master Trainer Camp di Puntang Jabar, 7-12 Mei 2018, Direktur Ekskutif SCOPI (Sustainable Coffee Platform of Indonesia) ibu Veronika Herlina mengadakan Pelatihan Cupping Class di Anomali Coffee Senopati Jakarta selama dua hari pada tanggal 27-28 Agustus 2018.


Peserta yang mengikuti program beasiswa tahap pertama adalah Master Trainer Kopi Robusta dan Kopi Arabika, sebanyak 10 orang yang tersebar di 6 (enam) Provinsi se Indonesia, antara lain Henita Astuti (Lampung),  Alghazali Qurtubi (Lampung),  Winarno (Jawa Timur), Chrisna Chuta (Jawa Timur), Imam Chambali (Jawa Timur), Indra Nur Thresna (Sumatera Selatan),  Sutarjo Barang (Sulawesi Selatan),  M. Faqih (Jawa Barat),  Firman Budiman (Jawa Barat)  dan Sumeri (Aceh).


Veronika Herlina selaku Direktur Eksekutif SCOPI sebagai penyelenggara bekerjasama dengan Anomali Coffee mengadakan Pelatihan ini agar peserta (Master Trainer)  dapat melakukan cupping coffee dengan memahami beberapa komponen penting, seperti SENSORY ANALYSIS (mengukur dan mengintepretasikan respon terhadap citarasa yang dihasilkan berdasarkan yang ditangkap oleh alat Indera peserta, meliputi alat pencium dan pengecap), OLFACTORY (kemampuan sementara untuk memberikan bau tertentu setelah menciumnya beberapa lama), COFFEE BEENS KNOWLEDGE dan GREEN GRADING (memilih biji kopi dengan mutu yang mengacu terciptanya kriteria kualitas kopi yang menyeluruh dan memudahkan untuk menetapkan harga secara adil,  COFFEE DEFECT CUPPING (menilai biji cacat/rusak), dan KARAKTERISASI KOPI ASAL masing-masing daerah, untuk disampaikan kepada pihak yang berkepentingan khususnya para pembeli dalam dan luar negeri.


Acara ditutup pada hari Selasa sore dan keseluruhan peserta dinyatakan lulus menjadi Cupper.  


Output yang diharapkan adalah masing-masing peserta agar dapat memahami dan mampu menganalisis citarasa kopi yang dihasilkan secara keseluruhan, merekomdasikan kepada petani untuk melakukan perbaikan kebun, penerapan GAP dan GMP,  teknik meroasting yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan hasil akhir yang diharapkan oleh peserta adalah terpilih sebagai 4 orang Cupper terbaik untuk mendapatkan kesempatan memperoleh beasiswa berikutnya menjadi R Grader atau Q Grader. *** (henita)

Related Posts

10 ORANG MASTER TRAINER KOPI INDONESIA MENERIMA BEASISWA CUPPING CLASS, 27-28 AGUSTUS 2018 DI JAKARTA
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.