Selasa, 05 Juni 2018

Warga Gedung Ketapang Keluhkan Limbah Pabrik Singkong Diduga Cemari Sungai

Lampura (DBI) - Warga sejumlah desa di wilayah Ketapang Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara mengeluhkan keberadaan limbah industri pabrik singkong PT.Budi Acid Jaya Group Perusahan BW.

Keberadaan limbah yang dialirkan di sejumlah sungai tersebut sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Camat Sungkai Selatan, Evril Irawan,S.Stp,M.Si mengatakan, limbah dari industri olahan singkong ini mempunyai dampak negatif yaitu mencemari lingkungan. 

Apalagi, limbah cair tersebut dialirkan di sungai "Limbah tersebut sangat berpengaruh terhadap persawahan dan pertambakan di beberapa desa," ucapnya.

Evril melanjutkan, selama ini, petani sawah dan tambak dari beberapa desa dihantui gagal panen setiap musim tanam. 

Tanaman padi ada yang mengering, sehingga memaksa para petani harus menjualnya sebagai pakan ternak. "Sedangkan untuk tambak yang teraliri limbah, juga menyebabkan ikan-ikan pada mati," katanya.

Selain mengganggu persawahan dan pertambakan, limbah cair tersebut juga mencemari air tanah milik warga.

Padahal air tanah tersebut digunakan warga untuk keperluan sehari-hari seperti minum, memasak, mencuci. "Air tanah yang berada di dekat aliran limbah sudah banyak terkontaminasi limbah cair tersebut, sehingga baunya menyengat," ungkapnya. 

Menurutnya, selama ini, kompensasi yang didapatkan desa dirasa sangat tidak sebanding jika melihat dampak dari limbah yang dirasakan warga.

Salah satu tokoh masyarakat,Efendi Bahri berharap pihak perusahaan segera membenahi pembuangan limbah agar tidak membahayakan bagi kesehatan masyarakat,

"Aliran air sungai tolong dibuat bening kembali,tidak bau dan tidak berbahaya buat kami masyarakat sekitar yang jalan,na dampak dari limbah pabrik singkong perusahaan BW," ujarnya.

Ditambahkannya,kami akan melakukan aksi portal jalan,menyetop angkutan singkong yang lewat serta menutup produksifitas perusahaan jika tuntutan kami tidak dipenuhi."tandas Efendi.

Oleh karena itu, ia bersama dengan warga  desa lain didampingi Camat Sungkai Selatan Evril Irawan,S.Stp.M.Si, juga Kuasa Hukum (LBH-Pembangunan Lampung) Aminuddin,SH dan rekan , Ketua Markas Cabang LMP Chandra Guna,SH juga sempat mengajukan tawaran audiensi dengan pihak perusahaan dan BLH Kabupaten Lampung Utara.

Namun, hingga sekarang belum juga terealisasi bahkan belum menemukan titik terang antar pihak masyarakat dan perusahaan.

Kuasa Hukum warga,Aminuddin,SH membenarkan hal tersebut dan pihaknya akan mendampingi masyarakat hingga permasalahan ini tuntas,

"Perusahaan dan pihak Badan Lingkungan Hidup setempat semestinya bertanggung jawab menyelesaikan keluhan masyarakat, kasian warga sekitar yang terkena dampak negatif," tegasnya,senin (4/6/2018)

"Masalah ini sudah bertahun-tahun terjadi, masyarakat sudah sering mengadukan hal ini kepihak terkait, namun pihak yang seharusnya bertanggung jawab seolah tidak peduli dengan nasib warga.

Ketua LBH-Pembangunan Lampung itu mengungkapkan sejumlah kejanggalan pada permasalahan ini,untuk itu seusai lebaran pihaknya akan mendampingi massa dari masyarakat sekitar yang terkena dampak pencemaran limbah akan mendatangi kantor DPRD Lampung Utara guna untuk meminta para Wakil Rakyat menutup perusahaan tersebut,sebab keberadaannya tidak memakmurkan, sebaliknya justru malah merugikan masyarakat.(14N)


Related Posts

Warga Gedung Ketapang Keluhkan Limbah Pabrik Singkong Diduga Cemari Sungai
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.