Rabu, 06 Juni 2018

Bupati Way Kanan Himbau Seluruh Masyarakat Menjaga Kamtibmas

Way Kanan Lampung (DBI) - Sampai saat ini Kabupaten Way Kanan telah memiliki sekitar 49 jumlah pondok pesantren tersebar di 14 Kecamatan dan hampir semuanya sudah banyak mengalami kemajuan yang bisa dibanggakan.

Keberadaan Pondok Pesantren selama ini sudah tidak diragukan lagi, telah memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan.

Apalagi dilihat secara historis, pesantren memiliki pengalaman yang luar biasa dalam membina dan mengembangkan masyarakat, bahkan, pesantren mampu meningkatkan perannya secara mandiri dengan menggali potensi yang dimiliki masyarakat.

Hal itu diungkapkan Bupati Way Kanan Hi.Raden Adipati Surya,SH,MH saat menggelar silahturahmi dengan Pimpinan Madrasyah Diniyah dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Kabupaten Way Kanan,rabu 6/6/2018 berlangsung dikantor kemenag setempat.

Bupati Adipati memaparkan, pembangunan manusia, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau masyarakat semata-mata, tetapi menjadi tanggung jawab semua komponen, termasuk dunia pesantren. 

Pesantren yang telah memiliki nilai historis dalam membina dan mengembangkan masyarakat, kualitasnya harus terus didorong. 

Proses pembangunan manusia yang dilakukan pesantren tidak bisa dipisahkan dari proses pembangunan manusia yang tengah diupayakan oleh pemerintah.

Meningkatkan dan mengembangkan peran serta pesantren dalam proses pembangunan merupakan langkah strategis dalam membangun masyarakat, daerah, bangsa, dan negara. Terlebih dalam kondisi yang tengah mengalami krisis (degradasi) moral. 

Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang membentuk dan mengembangkan nilai-nilai moral, harus menjadi pelopor sekaligus inspirator pembangkit moral bangsa. 

Sehingga, pembangunan tidak menjadi hampa melainkan lebih bernilai dan bermakna.

Akibat aksi pengeboman yang terjadi akhir-akhir ini disebagian daerah di negara kita, telah menimbulkan berbagai spekulasi yang kurang sedap, saling curiga antar kelompok umat beragama. 

Perlu saya jelaskan pada kesempatan kali ini, bahwa kebebasan dakwah agama bukan berarti tidak memiliki batas ketidakbolehan yang berkaitan dengan kewajiban menjaga kedamaian dan ketenteraman bersama. 

Semua kebebasan harus disertai dengan tanggung jawab, dan tetap harus berada dalam koridor hukum yang telah menjadi kesepakatan kita sebagai bangsa. 

Salah satu contoh, tanggungjawab yang harus selalu disadari adalah menjaga pengembangan paham-paham keagamaan agar tetap selaras dengan wawasan kebangsaan NKRI. 

Tindakan kekerasan atas nama agama dengan sekaligus membunuh dirinya sendiri, yang seolah-olah memberi kesan bahwa tindakannya itu ditujukan terhadap musuh-musuh agama tertentu dan untuk membela agama tertentu adalah ajaran yang bukan bersumber dari agama itu sendiri.

Ini adalah penyimpangan paham ajaran agama yang perlu dikoreksi untuk membangun harmoni hidup yang menghormati hak hidup orang lain. 

Tindak kekerasan atas nama agama adalah sangat bertentangan dengan tujuan dasar agama itu sendiri, karena agama mengajarkan kedamaian dan bertujuan untuk menyelamatkan umat manusia. 

Kepada para Pimpinan Madrasyah Diniyah dan Pengasuh Pondok Pesantren Bupati berpesan untuk selalu mentaati hukum yang berlaku dan tidak melakukan hal yang memprovoksi serta tidak menebar kebencian terhadap golongan ataupun perseorangan baik secara langsung maupun melalaui media sosial, masyarakat  harus pandai dalam menilai informasi di medsos karena banyaknya berita hoak yang bermaksud menebar kebencian kepada suatu kelompok atau perorangan

"Saya mengajak masyarakat untuk memerangi kegiatan atau perbuatan yang bermaksud memecah belah bangsa, bila menemukan atau melihat adanya indikasi ke arah itu dimohon kepada masyarakat untuk melaporkan ke pihak berwajib dan bersama-sama kita menjaga kamtibmas di lingkungan masing-masing." tandasnya. 14N/kominfo

Related Posts

Bupati Way Kanan Himbau Seluruh Masyarakat Menjaga Kamtibmas
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.