Jumat, 20 April 2018

Gebyar; Pemberian PMT 421 Posyandu Se-Kabupaten,HUT Ke-19 Way Kanan

Way Kanan Lampung (detikberita.info)
Masih dalam rangkaian HUT Ke-19 Kabupaten Way Kanan.

Pemerintah Kabupaten menggelar gebyar posyandu dan juga dilakukan pemberian PMT secara serentak pada 421 posyandu sekabupaten Way Kanan,rabu 18/4/2018,Kp.Sukanegri Kecamatan Gunung Labuhan.

Kegiatan itu dihadiri oleh Staf Ahli Bupati, Para Asisten, Kepala Badan, Dinas, Kantor dan Kepala Bagian di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Way Kanan,Ketua TP-PKK Kabupaten Way Kanan,Wakil Ketua TP-PKK Kab. Way Kanan, Ketua Dharma Wanita Kab. Way Kanan,Camat jama Uspika Kecamatan Gunung Labuhan, Kepala Kampung, Ketua dan anggota BPK Suka Negeri, 

Bupati Raden Adipati Surya pada pidatonya yang dibacakan Asisten I Abu Kori mengatakan dalam bahasa lampung, "Puji dan syukur ram sanjung agungko kehadirat Allah SWT, karena taufik dan hidayahna jualah derani kebian sija ram dapok berkumpul delom rangka Gebyar Posyandu dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara serentak pada 421 Posyandu delom rangka HUT Kabupaten Way Kanan ke-19 delom keadaan sehat wal fiat." ucapnya.

"Mak lupa munih ram panjatko Shalawat serta salam kehadirat Nabi Muhammad SAW, sai syafaatnya kelak ram nanti-nantiko di Yaumil Qiyamah. Amin Yarobalalamin.

Pada kesempatan tersebut Bupati Way Kanan menggunakan pengantar pidato menggunakan bahasa Lampung Way Kanan, sesuai dengan Surat Edaran Bupati Way Kanan Nomor 060/59/1-II/WK/2017 tanggal 25 April 2017 tentang Ketentuan Pengunaan Bahasa Lampung Way Kanan setiap Hari Rabu sebagai bentuk pelestarian Bahasa Daerah.

Prevalensi stunting (masalah gizi kronik) yang cukup tinggi terjadi di negara berkembang dibandingkan dengan negara-negara yang berpendapatan menengah. 

Penyakit ini bisa diakibatkan karena kekurangan protein kronis pada anak-anak yang sering disebabkan beberapa hal, antara lain anak tidak cukup mendapat makanan bergizi, anak tidak mendapat asuhan gizi yang memadai, dan anak mungkin menderita infeksi penyakit. 

Penyebab penyakit tersebut bisa dikarenakan adanya bencana alam, daya beli masyarakat, tingkat pendidikan, kondisi lingkungan, maupun pelayanan kesehatan yang tidak memadai.
Stunting bukan suatu kondisi yang terjadi begitu saja seperti bencana alam, tetapi diawali dengan gizi buruk, kondisi yang terjadi melalui proses bertahap dari satu tahun sampai lima tahun, kondisi ini dibiarkan berlarut-larut sehingga berakibat terhadap penyakit busung lapar, indikator penyakit ini dapat dilihat dari penurunan berat badan anak sejalan dengan perkembangan usia anak-anak dengan retan waktu yang begitu panjang.

Keberadaan Posyandu di Kampung-kampung seharusnya bisa menjadi ujung tombak didalam menanggulangi kasus Stutin ini, penyuluhan yang dilakukan petugas kesehatan bersama Ibu-ibu PKK akan sangat membantu sekali didalam memberikan pemahaman kepada ibu-ibu akan pentingnya gisi bagi putra putri usia 0- 5 tahun.

Pemerintah dan masyarakat seharusnya dapat mencegah terjadinya kasus ini, peran pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan yang memadai sangat diharapkan, kepedulian sosial masyarakat juga dituntut aktif berperan dalam menanggulangi kasus ini.

Kemiskinan mengakibatkan rendahnya tingkat pendidikan orang tua, buruknya lingkungan perumahan dan tidak adanya akses terhadap air minum dan sanitasi. Juga keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar lain dan pelayanan sosial termasuk pangan, kesehatan dan pendidikan.

Keberadaan orang lapar apalagi bayi dan anak balita busung lapar merupakan ujian utama terhadap adil dan efektifnya sistem sosial dan ekonomi di sebuah daerah bahkan suatu negara. Demikian mendasar fungsinya, sehingga melalui sistem pangan masyarakat (produksi – distribusi – konsumsi) dapat dipakai sebagai jendela untuk memahami sebuah masyarakat.

Kita semua berharap kasus busung lapar di Kabupaten Way Kanan dapat dihindari, malu rasanya bila kasus tersebut menjadi bagian dari daerah kita yang memiliki lahan tanah subur ini, dan tinggal sekarang bagaimana kita memanfaatkan potensi alam yang subur dan peran Posyandu menjadi bagian dari penciptaan kehidupan yang makmur dan sejahtera bagi rakyat.


Sementara,Ketua TP PKK, Hj. Dessy Afriyanti Adipati pada kesempatan ini menyampaikan Apresiasi  yang setinggi-tingginya  kepada Kepala Kampung bersama seluruh masyarakat Kampung Suka Negeri  dan semua pihak sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik  untuk mewujudkan upaya percepatan derajat kesehatan masyarakat  yang kita cita-citakan bersama.

"Kebjakan Perbaikan Gizi   harus kita mulai dari  Seribu Hari pertama  kehidupan dengan pendekatan intervensi spesifik dan sensitive. Upaya perbaikan gizi tersebut membutuhkan percepatan dengan melibatkan  seluruh sektor melalui Gerakan Nasional percepatan perbaikan gizi."tutur Dessy.

"Untuk itu saya berpesan  dalam seribu hari pertama Kehidupan  yakni Selama hamil Kaum ibu agar mengkonsumsi makanan beranekaragam  dengan porsi makan yang berkualitas, kemudian memeriksakan kehamilan Empat Kali selama kehamilan yakni pada  Satu Kali pada Trimester pertama dan Kedua serta Dua kali pada trimester Ketiga, berikutnya saya juga berpesan  Agar ibu hamil minum tablet penambah Darah  menimal 90 tablet selama kehamilan, selanjutnya bayi lahir iinisiasi menyusu Dini, memberikan ASI secara eksklusif selama enam Bulan, menimbang Berat badan Bayi secara rutin setiap Bulan, memberikan Imunisasi dasar wajib Bagi Bayi dan melanjutkan pemberian ASI hingga Dua Tahun."terangnya.
Ditambahkannya,"Mengingat Seribu Hari pertama Kehidupan sebagai masa yang memberi peluang sangat luas untuk Upaya perbaikan Sumber Daya Manusia dengan dampak trans Generasi  maka perbaikan gizi pada masa ini menjadi sangat penting  dan perlu menjadi prioritas bagi seluruh pihak  yang terkait  dan kita semua dalam mewujudkannya.(kominfo)

Related Posts

Gebyar; Pemberian PMT 421 Posyandu Se-Kabupaten,HUT Ke-19 Way Kanan
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.