Jumat, 12 Januari 2018

Oknum Guru Merobek Pakaian Siswi SMK Menuai Kecaman Banyak Pihak

(detikberita.info)

Lampung Utara – Tindakan salah satu oknum guru menggunting dan menyobek baju siswinya dengan tanpa berkoordinasi dahulu kepada orang tua wali murid menuai banyak kecaman serta kritikan pedas dari masyarakat,pasalnya insiden yang terjadi di SMKN 1 Kotabumi Kabupaten Lampung Utara tersebut sangat tidak pantas dan tidak menghargai atau menghormati orang tua wali murid.

Menurut banyak pihak hal itu terkesan arogan serta tindakan itu tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang guru, sebab profesi guru /seorang pengajar sekaligus orang tua bagi anak didik semestinya dapat menjadi panutan serta tuntunan khususnya bagi para pelajar dan masyarakat pada umumnya.

Untuk membuktikan kebenaran berita,awak media segera menemui Guru Bidang Kesiswaan, SMK Negeri 1 Kotabumi, "S" mengatakan, " Sebelumnya Kami (pihak Sekolah) sudah mensosialisasikan tentang pergantian baju yang mini atau kurang panjang ke bawah kepada murid. Sosialisasi itu sudah sejak Kamis lalu, dan pada hari Senin 08/1 juga, Selasa 09/1 ,kami sudah memberi peringatan kepada murid, lantas Rabu (10/01/2018) dilakukan tindakan. "terang guru BK itu.Kamis (11/1/2018)

Guru " S" juga mengakui ,Sebelum melaksanakan sanksi merobek dengan cara menggunting pakaian/ baju, memang tidak ada pemberitahuan kepada wali atau orang tua murid, karena menurutnya, cukup dengan sosialisasi kepada siswa saja ,"Kan sudah kami sosialisasikan kepada siswa," ucap guru itu.

Dengan dalih inilah seorang oknum guru tega menggunting pakaian siswi berinisial "LS".

Sementara itu, menurut pantauan awak media detikberita.info pakaian/baju yang dikenakan "LS" masih layak pakai/ tidak mini ataupun kurang panjang(pendek) ,dan nampak jelas dengan adanya bukti seperti yang terlihat di foto bahwasanya pakaian "LS"tidak sesuai seperti yang disangkakan oleh pihak sekolah.

Atas insiden tersebut"LSH"orang tua "LS", siswi Kelas X, SMKN 1 Kotabumi, sangat kecewa dengan kejadian tersebut,menurutnya,hal itu bisa membuat mental anaknya turun karena rasa malu ,"LSH" juga menyesalkan pihak sekolah sebab telah mengambil keputusan sepihak padahal seharusnya memberitahukan dirinya terlebih dulu sebelum Melaksanakan sanksi itu.

"Ini sama saja mempermalukan anak, kami menyekolahkan Anak, supaya di didik biar pintar, apa begini cara mendidik anak? Seharusnya guru-guru itu memberitahukan kepada kami selaku orang tuanya melalui surat, karena untuk pakaian anak sekolah tidak mungkin mereka bisa beli sendiri kalau bukan orang tua yang membelikan," pungkasnya.

Lebih jauh, "LSH"mengatakan selain beban mental bagi anaknya atas sanksi yang diberikan pihak sekolah itu, tindakan pihak sekolah sudah melebihi batas serta tidak melihat dampak sosial bagi siswi dan orang tua nya.

Menanggapi permasalahan itu,Kepala SMKN 1 Kotabumi,Zainal Abidin, mengatakan,"Dalam memberikan tindakan tegas itu memang tugas dewan guru, tetapi semua tindakan itu seharusnya melalui koordinasi terlebih dulu dengan wali murid agar tidak ada kesalah pahaman."Ungkap Zainal./14N

Related Posts

Oknum Guru Merobek Pakaian Siswi SMK Menuai Kecaman Banyak Pihak
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.