Kamis, 10 Agustus 2017

Adipati Hadiri Upacara Ngaben Massal Umat Hindu Kampung Mulyasari Kec.Negeri Agung

detikberita.info-Way Kanan.
Upacara Ngaben dilaksanakan bertujuan untuk memproses kembalinya Panca Mahabhuta
di alam besar ini dan mengantarkan Atma (Roh) ke alam Pitra dengan memutuskan
keterikatannya dengan badan duniawi, dengan memutuskan kecintaan Atma (Roh) dengan
dunianya dan akan dapat kembali pada alamnya, yakni alam Pitra.
Selain itu, Ngaben massal juga memuat satu nilai penting lainnya yakni menumbuhkan
semangat silaturahmi baik antar sesama Umat Hindu, maupun masyarakat dan pemerintah.

Ruang seperti ini penting dan sangat strategis, selain bisa bertatap muka, dapat pula
menjadi ajang sumbang saran, masukan dalam keberlanjutan pembangunan dan pelayanan
kemasyarakatan di Kabupaten Way Kanan.

Bupati Kabupaten Way Kanan,Hi.Raden Adipati Surya,SH,MM,menyambut baik dan mengapresiasi atas semangat
masyarakat Umat Hindu Kampung Mulyasari dalam melaksanakan Ngaben secara massal tersebut,
karena didalamnya memuat nilai religi yang sangat bermakna bagi kehidupan, termasuk nilai kebersamaan dan kegotong-royongan,kamis,10 Agustus 2017.

"Pelaksanaan Ngaben Masal ini
tentunya akan lebih baik dari pada dilaksanakan sendiri-sendiri, karena akan mengeluarkan
biaya yang sangat besar dan tenaga sangat banyak." Ungkap Adipati.

Dikatakannya,"Umat Hindu dan semua Umat beragama lainnya harus menyamakan visi-misi dalam menjaga Tri-Kerukunan, yaitu kerukunan antar umat beragama, intern umat beragama dan antar umat beragama dengan pemerintah sehingga masyarakat Way Kanan tetap dalam
suasana kondusif.

"Rasa aman di tengah-tengah masyarakat merupakan prasyarat bagi keberhasilan
pelaksanaan pembangunan, rasa aman ini akan dapat terwujud bila sesama anggota
masyarakat di Kabupaten Way Kanan memiliki semangat persatuan dan kesatuan serta
hidup rukun berdampingan.
Kabupaten Way Kanan dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku bangsa. Disamping
penduduk asli Lampung Way Kanan, ada juga Suku Ogan, Semendo, Bali, jawa, Batak,
Sunda dan sebagainya. Dengan beragam suku bangsa itu, tentunya mempunyai adat
istiadat dan agama berbeda. Meski demikian, hampir tidak pernah terjadi perselisihan.
Ketenteraman tersebut tidak terlepas dari kerjasama yang baik antara pemerintah daerah
dan umat beragama." Papar Bupati Bumi Ramik Ragom itu.

Ditambahkannya,"Adanya perbedaan paham keagamaan tersebut jangan dijadikan konflik sebab ajaran
agama adalah persoalan keyakinan yang tidak dapat dipaksakan dan merupakan hak
mutlak yang harus dihargai dan dihormati, karena agama apa pun mengajarkan untuk hidup
rukun di antara sesama manusia walaupun berbeda keyakinan.

Adipati Surya juga berharap agar upacara tersebut harus
terus dipelihara dan dipertahankan sehingga dapat menambah khasanah kebudayaan
daerah khususnya dan Indonesia pada umumnya.(14N/topan)

Related Posts

Adipati Hadiri Upacara Ngaben Massal Umat Hindu Kampung Mulyasari Kec.Negeri Agung
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.