Rabu, 19 Juli 2017

HIPDES Lampura soroti pelatihan keuangan desa yang terkesan diam-diam

KOTABUMI,  (17/7) - Himpunan Pemuda Desa Lampung Utara Soroti pelatihan keuangan desa yang diselenggarakan oleh APDESI Lampung Utara (17/7) kemarin. 

Kegiatan Yang dibuka oleh Sekda Lampung Utara tersebut berlangsung di hotel Novotel Bandar Lampung dipandang tidak efektif dan menghamburkan APBD Pemerintah setempat. 

Hal tersebut disampaikan  oleh salah satu pemuda Lampung Utara yang juga peserta dari pelatihan, Irawan (23).

"Kegiatan ini dipandang tidak efektif dan cendrung menghamburkan keuangan desa selampung utara" Tegas Irawan. 

Irawan menyayangkan Pelatihan yang Diikuti oleh 232 desa yang terhimpun dalam 23 kecamatan dan masing masing desa di indikasikan membayar administrasi dan kelengkapan kegiatan sebesar Rp. 5.000.000,-/desa jika di kalikan dengan 232 desa total jumlah keuangan yang di habiskan untuk kegiatan ini adalah Rp.1.160.000.000,- sedangkan kegiatan ini hanya di laksanakan selama 4 hari. 

Lanjut irawan pemuda desa di kecamatan abung tengah itu, kegiatan ini bukan dilaksanakan oleh DPMD namun APDESI salah satu desa di ke camatan tanjung raja kabupaten lampung utara.

Kendati demikian,  Ketua umum Himpunan Pemuda Desa (HIPDES),  Ade Chandra menilai kegitan tersebut jika benar maka perlu di usut tuntas oleh Polda Lampung dan Kejati Provinsi Lampung. 

"Saya menilai ini adalah langkah tipu -tipu untuk masyarakat desa oleh oknum pejabat Lampung Utara dan kroninya apa lagi kegiatannya diam diam dan tidak di publikasikan ke masyarakat lewat Nedia Cetak,  Media online ataupun Media Elektronik.  Hingga salah satu Kepala Bagian Hukum Lampung Utara tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut" Jelas Pria Yang Akrab Disapa Chandra tersebut. 

Chandra berharap Bupati Lampung Utara dapat tegas dalam menindak bawahannya yang main-main. 

"Secara pribadi dan organisasi saya meminta agar Pak Bupati tindak tegas karena hal ini bertentangan dengan Visi beliau, apa yang selalu di harapkan dalam visi misi beliau yang menginginkan pemerataan perekonomian dengan mengefektifkan anggaran apalagi kegiatan yang seharusnya diikuti oleh perangkat desa tetapi yang ikut kegiatan bukan perangkat desa" Lanjut Chandra. 

Lebih dari itu, selaku masyarakat Lampung Utara, ia juga menegaskan  Bupati dapat  merevolusi struktural jabatan dilembaga DPMD Lampung Utara sebab ia menilai,  mereka tidak mampu menterjemahkan strategi pembangunan dan azaz kebermanfaatan bagi masyarakat di Lampung Utara.

Related Posts

HIPDES Lampura soroti pelatihan keuangan desa yang terkesan diam-diam
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.